Fatin - Kekasihmu Lyrics
Seperti kertas putih
Ku ingin kembali suci
Sebening embun pagi
Ku ingin kembali suci
Tanpa noda yang terlupa
Ku kembali ke jalanMu
Ya Allah ..
Ku iklaskan air mata
Basahi seluruh jiwa dan ragaku
Sempurnakan ku dalam ibadahku
Agar ku selalu jadi kekasihMu
Ya Allah Sadarku dalam dosa
Hamba-Mu yang penuh hina
Kau pun datang memelukku
Tuk kembali ke jalanMu
Ya Allah ..
Ku iklaskan air mata
Basahi seluruh jiwa dan ragaku
Sempurnakan ku dalam ibadahku
Agar ku selalu jadi kekasihMu
Ya Allah Ku pasrahkan diri
Ku sadarkan hati Tuk dapat ridhoMu
Pegang erat dengan kasihMu
Ya Allah ..
Ku iklaskan air mata
Basahi seluruh jiwa dan ragaku
Sempurnakan ku dalam ibadahku
Agar ku selalu jadi kekasihMu
Ya Allah
Showing posts with label Fatin. Show all posts
Showing posts with label Fatin. Show all posts
Lirik Lagu Fatin - Aku Memilih Setia Lyrics Song
Fatin - Aku Memilih Setia
Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku tlah dimiliki
Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya
Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
Walau besar dan tulusnya rasa cintamu
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusku
Dan aku memilih setia
Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya
OOOuuu..oo..
Seribu kali logika ku untuk menolak
Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
Pasti ku kan memilih ... kan memilih kamu..uuu..
Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu..ooohh..
Walaupun kutahu cintamu lebih besar daa..darinya..
Terimakasih Sudah Mengunjungi Web BLOG ini...
Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku tlah dimiliki
Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya
Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
Walau besar dan tulusnya rasa cintamu
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusku
Dan aku memilih setia
Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya
OOOuuu..oo..
Seribu kali logika ku untuk menolak
Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
Pasti ku kan memilih ... kan memilih kamu..uuu..
Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu..ooohh..
Walaupun kutahu cintamu lebih besar daa..darinya..
Terimakasih Sudah Mengunjungi Web BLOG ini...
Lirik Lagu Fatin - Dalam Lukaku Masih Setia Lyrics Song
Fatin - Dalam Lukaku Masih Setia
Kau membisu sepengal sembilu
Menyayat kalbu menggores pilu
Engkau marah seperti panah
Tak jelas arah
Tatapku dalam diam dan pasrah
Termenung dalam renungan panjang
Meski ku tahu ini tak baik
Tak berlogika
Dan biarlah luka yang mendewasakanmu
Dan biarlah perih yang melatih ragaku
(luka yang telah kau beri biarlah jadi penguji)
Walau aku terjebak pesonamu
(ingin aku terbang jauh, lari dari pahit ini)
Tapi aku terlanjur pada cintamu
Kau membisu sepengal sembilu
Menyayat kalbu menggores pilu
Engkau marah seperti panah
Tak jelas arah
Tatapku dalam diam dan pasrah
Termenung dalam renungan panjang
Meski ku tahu ini tak baik
Tak berlogika
Dan biarlah luka yang mendewasakanmu
Dan biarlah perih yang melatih ragaku
(luka yang telah kau beri biarlah jadi penguji)
Walau aku terjebak pesonamu
(ingin aku terbang jauh, lari dari pahit ini)
Tapi aku terlanjur pada cintamu
Namun aku telah terjebak pesonamu
Tapi aku telah terlanjur pada cintamu
Luka yang telah, biarlah jadi
(luka yang telah kau beri biarlah jadi penguji)
Walau aku terjebak pesonamu
(ingin aku terbang jauh, lari dari pahit ini)
Tapi aku terlanjur cinta pada dirimu
Tapi aku terlanjur pada cintamu
Terimakasih Sudah Mampir Di Web Blog Ini ....
Kau membisu sepengal sembilu
Menyayat kalbu menggores pilu
Engkau marah seperti panah
Tak jelas arah
Tatapku dalam diam dan pasrah
Termenung dalam renungan panjang
Meski ku tahu ini tak baik
Tak berlogika
Dan biarlah luka yang mendewasakanmu
Dan biarlah perih yang melatih ragaku
(luka yang telah kau beri biarlah jadi penguji)
Walau aku terjebak pesonamu
(ingin aku terbang jauh, lari dari pahit ini)
Tapi aku terlanjur pada cintamu
Kau membisu sepengal sembilu
Menyayat kalbu menggores pilu
Engkau marah seperti panah
Tak jelas arah
Tatapku dalam diam dan pasrah
Termenung dalam renungan panjang
Meski ku tahu ini tak baik
Tak berlogika
Dan biarlah luka yang mendewasakanmu
Dan biarlah perih yang melatih ragaku
(luka yang telah kau beri biarlah jadi penguji)
Walau aku terjebak pesonamu
(ingin aku terbang jauh, lari dari pahit ini)
Tapi aku terlanjur pada cintamu
Namun aku telah terjebak pesonamu
Tapi aku telah terlanjur pada cintamu
Luka yang telah, biarlah jadi
(luka yang telah kau beri biarlah jadi penguji)
Walau aku terjebak pesonamu
(ingin aku terbang jauh, lari dari pahit ini)
Tapi aku terlanjur cinta pada dirimu
Tapi aku terlanjur pada cintamu
Terimakasih Sudah Mampir Di Web Blog Ini ....
Lirik Lagu Fatin - Dia Dia Dia Lyrics Song
Fatin - Dia Dia Dia
Selalu ku pikir bahwa aku tegar
Aku tak pernah menyangka kan begini
Dan saat engkau tak di sisiku lagi
Baru ku rasakan arti kehilangan
Ingin ku bicara, hasrat mengungkapkan
Masih pantaskah ku bersamamu
Tuk lalui hitam putih hidup ini
Saat engkau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa
Dia dia dia telah mencuri hatiku
Dan saat hari dimana kau tinggalkanku
Ku kira semuanya kan baik-baik saja
Dan kini baru ku sadari semua
Dia dia dia telah mencuri hatiku
Ingin ku bicara, hasrat mengungkapkan
Masih pantaskah ku bersamamu
Tuk lalui hitam putih hidup ini
Saat engkau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa
Dia dia dia telah mencuri hatiku
Ingin ku bicara
Tuk lalui hitam putih hidup ini
Saat kau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa
Ingin ku bicara, hasrat mengungkapkan
Masih pantaskah ku bersamamu (bersamamu)
Tuk lalui hitam putih hidup ini (hitam putih, hidup ini)
Saat engkau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa
Dia dia dia telah mencuri hatiku
Dia dia dia telah mencuri hatiku
Telah mencuri hatiku
Terimakasih telah berkunjung di Web Blog Ini.... Jangan lupa Command n Follow ya..
Subscribe to:
Posts (Atom)